<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>gonteng</title>
	<atom:link href="http://gonteng.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gonteng.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan gonteng di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 11:55:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Masalah perparkiran</title>
		<link>http://gonteng.blogdetik.com/2011/07/23/masalah-perparkiran/</link>
		<comments>http://gonteng.blogdetik.com/2011/07/23/masalah-perparkiran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 11:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gonteng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Masalah perparkiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gonteng.blogdetik.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang diminta membenahi masalah perparkiran agar mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Menurut juru bicara Komisi II DPRD Kota Palembang Siti Suleha dalam rapat paripurna ke-13 beberapa waktu lalu, sektor perparkiran mempunyai potensi besar bagi PAD.

Untuk itu, diharapkan Pemkot Palembang, melalui Dishub, dapat meningkatkan pendapatan kota dari pajak parkir. “Bila perlu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang diminta membenahi <a href="http://gonteng.blogdetik.com/2011/07/23/masalah-perparkiran/">masalah perparkiran</a> agar mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Menurut juru bicara Komisi II DPRD Kota Palembang Siti Suleha dalam rapat paripurna ke-13 beberapa waktu lalu, sektor perparkiran mempunyai potensi besar bagi PAD.<br />
<span id="more-26"></span></p>
<p>Untuk itu, diharapkan Pemkot Palembang, melalui Dishub, dapat meningkatkan pendapatan kota dari pajak parkir. “Bila perlu, Dishub melakukan survei titik-titik yang ada di Kota Palembang, termasuk titik parkir yang tidak jelas. Hal ini guna meningkatkan pencapaian PAD dari sektor retribusi parkir,”ujarnya. Sementara itu,Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menegaskan, Dishub Kota Palembang sudah melaksanakan survei titik parkir potensial.</p>
<p>Dishub pun sudah mempunyai data jumlah titik parkir potensial di Kota Palembang. “Sektor parkir memang menjadi sumber pajak,termasuk jasa parkir di jalan protokol. Tinggal bagaimana pengawasan dan pengontrolannya yang diperketat,”ujar Eddy di Gedung DPRD Kota Palembang. Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Masripin Thoyib mengatakan, Dishub akan lebih memperhatikan hal tersebut.</p>
<p>Saat ini pihaknya berencana menaikkan tarif retribusi parkir 100%. Hal ini berarti jika tarif parkir kendaraan roda dua biasanya sebesar Rp500, setelah kenaikan akan menjadi Rp1000. Sedangkan, kendaraan roda empat naik dari Rp1.000 menjadi Rp2.000. Saat ini usulan kenaikan tarif retribusi parkir telah disetujui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.</p>
<p>“Tinggal menunggu pengesahan dewan kota. Begitu peraturan daerah (perda) disahkan, tarif baru retribusi parkir segera diberlakukan. Tapi, sebelum tarif baru diterapkan, kita akan lakukan sosialisasi kepada masyarakat.Jadi tidak serta merta langsung diterapkan,” sebut Masripin. Tarif retribusi parkir yang baru tersebut sudah mulai diterapkan pada September 2011. Kenaikan retribusi parkir sesuai aturan yang tertuang dalam Undang-undang (UU) No 20/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.</p>
<p>“Sesuai ketentuan pemerintah pusat, penyesuaian tarif retribusi dan pajak daerah harus sudah dilaksanakan sebelum tahun depan, minimal akhir Juli. Jika tidak, daerah bersangkutan akan mendapatkan sanksi berupa penundaan dana alokasi umum (DAU),”urainya. Masripin menjelaskan, kenaikan tarif parkir tersebut berlaku untuk parkir kendaraan di tempat umum atau pinggir-pinggir jalan umum atau lahan milik pemerintah.</p>
<p>Parkir di lahan yang dikelola perusahaan atau pihak ketiga merupakan pajak parkir yang disetorkan ke Dinas Pendapatan Belanja (Dispenda) Palembang.“ Kenaikan tarif retribusi parkir tidak dibarengi perubahan sistem setoran parkir, yakni tetap menggunakan sistem setoran,”jelasnya. Dia mengungkapkan, tren pencapaian retribusi parkir dari tahun ke tahun terus meningkat.</p>
<p>Namun, perhitungannya tidak bisa diprediksi secara tepat karena perilaku masyarakat yang tidak bisa diduga. “Kita tidak bisa prediksikan karena bisa saja ada masyarakat yang tanpa sengaja atau memang sengaja tidak membayar parkir karena kelalaian para juru parkir,”ujarnya. Demikian catatan online <a href="http://gonteng.blogdetik.com/">gonteng</a> yang berjudul Masalah perparkiran.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gonteng.blogdetik.com/2011/07/23/masalah-perparkiran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Komisi Pemberantasan Korupsi mengirim tim ke Thailand</title>
		<link>http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/31/komisi-pemberantasan-korupsi-mengirim-tim-ke-thailand/</link>
		<comments>http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/31/komisi-pemberantasan-korupsi-mengirim-tim-ke-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 13:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gonteng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi mengirim tim ke Thailand]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gonteng.blogdetik.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Komisi Pemberantasan Korupsi mengirim tim ke Thailand dalam upaya memulangkan Nunun Nurbaeti, tersangka kasus dugaan suap cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004, ke Tanah Air. Tim tersebut akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan Thailand melalui Kedutaan Besar RI.
&#8220;Kami membawa surat permintaan resmi kepada kejaksaan setempat melalui Kedutaan Besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Komisi Pemberantasan Korupsi mengirim tim ke Thailand dalam upaya memulangkan Nunun Nurbaeti, tersangka kasus dugaan suap cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004, ke Tanah Air. Tim tersebut akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan Thailand melalui Kedutaan Besar RI.</p>
<p>&#8220;Kami membawa surat permintaan resmi kepada kejaksaan setempat melalui Kedutaan Besar RI untuk menghadirkan Ibu Nunun di sana. Juga ada pemberitahuan kepada pihak keamanan di Thailand bahwa paspor (Nunun) sudah dicabut,&#8221; papar Juru Bicara KPK Johan Budi, Selasa (31/5/2011) di Jakarta.<br />
<span id="more-25"></span></p>
<p>Menurut Johan, tim yang terdiri dari empat orang itu sejak beberapa hari lalu sudah berada di Thailand. &#8220;Sampai hari ini memang tim kami masih koordinasi dengan otoritas di Thailand,&#8221; kata Johan.</p>
<p>KPK mengirim tim ke Thailand karena memperoleh informasi bahwa Nunun tengah berada di sana. Selain di Thailand, Nunun juga diinformasikan berada di Singapura. &#8220;KPK punya hubungan cukup dekat dengan Thailand, Singapura, dan Hongkong. Jaringan itulah yang kami gunakan untuk koordinasi,&#8221; ungkap Johan</p>
<p>Oleh karena itu, menurut Johan, KPK juga akan menyebar tim ke negara-negara lain, terutama Singapura. &#8220;Baru ke Thailand sekarang. Ke depan akan disebar ke negara lain, terutama Singapura,&#8221; ucap Johan.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Johan juga membantah kabar yang menyebutkan KPK telah menangkap Nunun di Thailand. &#8220;Saya ingin meluruskan informasi yang beredar tentang penangkapan Ibu N (Nunun), salah satu tersangka kami dalam kasus TC (traveler&#8217;s cheque, dugaan suap cek perjalanan). Tidak benar ada penangkapan,&#8221; katanya.</p>
<p>Hari ini tersiar kabar bahwa KPK telah menangkap istri mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun itu di Thailand. Nunun ditetapkan sebagai tersangka sejak Februari. Hingga kini keberadaan Nunun hanya diketahui pihak keluarga.</p>
<p>Pihak keluarga Nunun melalui kuasa hukumnya, Ina Rahman, juga menepis kabar penangkapan Nunun di Thailand. Menurut Ina, keluarga belum mendengar hal tersebut. Kabar itu, katanya, hanya gosip. &#8220;Kalau memang ada (penangkapan), aku sudah terbang ke Thailand,&#8221; ucap Ina. Support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/31/komisi-pemberantasan-korupsi-mengirim-tim-ke-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kamaruddin Simanjuntak</title>
		<link>http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/13/kamaruddin-simanjuntak/</link>
		<comments>http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/13/kamaruddin-simanjuntak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 07:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gonteng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamaruddin]]></category>

		<category><![CDATA[Kamaruddin Simanjuntak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gonteng.blogdetik.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Kamaruddin Simanjuntak mantan kuasa hukum salah satu tersangka dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Mindo Rosalina Manullang, menolak dituding memiliki kepentingan untuk menghancurkan Partai Demokrat. Menurut Kamaruddin, kasus dugaan suap yang melibatkan Rosa dan belakangan menyeret nama Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin itu bukan persoalan partai.
&#8220;Kita kan tidak bicara partai. Kita bicarakan soal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/13/kamaruddin-simanjuntak/">Kamaruddin Simanjuntak</a> mantan kuasa hukum salah satu tersangka dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Mindo Rosalina Manullang, menolak dituding memiliki kepentingan untuk menghancurkan Partai Demokrat. Menurut Kamaruddin, kasus dugaan suap yang melibatkan Rosa dan belakangan menyeret nama Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin itu bukan persoalan partai.</p>
<p>&#8220;Kita kan tidak bicara partai. Kita bicarakan soal Nazaruddin dan kawan-kawan. Saya tidak punya urusan dengan Demokrat. Saya kan sudah bilang ini tindakan Nazaruddin dkk,&#8221; kata Kamaruddin ketika dihubungi wartawan, Jumat (13/5/2011).</p>
<p>Kamaruddin adalah orang yang memunculkan dugaan keterlibatan Nazaruddin dalam kasus wisma atlet. Belakangan, nama politisi Partai Demokrat lainnya, yakni Angelina Sondakh, juga disebut-sebut terlibat.<br />
<span id="more-24"></span><br />
Rosa membantah semua pernyataan Kamaruddin. Ia justru menuding balik Kamaruddin. Rosa mengakui, Kamaruddin menjanjikan dirinya bisa bebas jika ia mengikuti arahan Kamaruddin untuk menghancurkan Partai Demokrat. Kamaruddin, kata Rosa, juga meminta uang Rp 5 miliar kepadanya. Mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri itu juga mengatakan bahwa semua informasi terkait keterlibatan Nazaruddin hanyalah rekayasa Kamaruddin.</p>
<p>Menanggapi Rosa, Kamaruddin mengatakan, ungkapan Rosa tersebut hanyalah upaya mengalihkan isu untuk lari dari inti persoalan. Ucapan Rosa yang sekarang, katanya, sudah diarahkan pihak tertentu. &#8220;Itu kan soal keadaan dan lain sebagainya. Kalian jangan terjebak bahwa ini (bukan) urusan Demokrat. Ini urusan pribadi-pribadi Nazaruddin dan kawan-kawan yang kebetulan berpartai di situ. Ini kan orang ini selalu mengatakan Demokrat seperti ini, kita kan tidak bicara partai. Kita bicara soal Nazaruddin,&#8221; paparnya. Demikian catatan online <a href="http://gonteng.blogdetik.com/">gonteng</a> tentang Kamaruddin Simanjuntak.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/13/kamaruddin-simanjuntak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/13/juru-bicara-partai-demokrat-ruhut-sitompul/</link>
		<comments>http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/13/juru-bicara-partai-demokrat-ruhut-sitompul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 07:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gonteng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/13/juru-bicara-partai-demokrat-ruhut-sitompul/</guid>
		<description><![CDATA[Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mempertanyakan mengapa sorotan atas kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet Sea Games terus mengarah ke partainya. Kaitan kasus yang turut menjerat Sekretaris Menpora Wafid Muharam, ke Partai Demokrat mulai mengemuka setelah dua politisi politisi partai pemenang pemilu itu, M Nazaruddin dan Angelina Sondakh, diduga terlibat. Padahal, menurut Ruhut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/13/juru-bicara-partai-demokrat-ruhut-sitompul/">Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul</a> mempertanyakan mengapa sorotan atas kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet Sea Games terus mengarah ke partainya. Kaitan kasus yang turut menjerat Sekretaris Menpora Wafid Muharam, ke Partai Demokrat mulai mengemuka setelah dua politisi politisi partai pemenang pemilu itu, M Nazaruddin dan Angelina Sondakh, diduga terlibat. Padahal, menurut Ruhut, jelas bahwa salah satu tersangka, Wafid Muharam bukan berasal dari Partai Demokrat. Tanyalah dengan dia Wafid Muharam, partai yang ada kaitan dengan dia.</p>
<p>\&#8221;Tanyalah dengan dia (Wafid Muharam), partai yang ada kaitan dengan dia, jangan tanya sama kita. Kan aku juga enggak kenal Sesmenpora itu. Kalian kan enggak pernah tanya dari partai mana dia, lucu kami saja yang ditanya,\&#8221; ujar Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/05/2011).<br />
<span id="more-23"></span><br />
Ketika ditanya apakah Demokrat menduga Wafid terkait dengan salah satu partai politik, \&#8221;Kalian masa enggak tahu sih, partainya dia?,\&#8221; kata anggota Komisi III DPR ini. Namun, Ruhut tak mau berkesimpulan lebih lanjut mengenai partai yang berada di belakang Wafid. Menurutnya, saat ini partainya fokus untuk melakukan investigasi terhadap kader Demokrat yang disebut-sebut ikut menerima dugaan suap dari PT Duta Graha Indah itu.</p>
<p>\&#8221;Kami telusuri semua. Dari apa yang kami kerjakan, kami sudah minta keterangan semua, yang disebut-sebut ada hubungannya dengan partai kami, termasuk yang disebut-sebut media. Sampai hari ini kami tidak menemukan ada keterlibatan mereka dalam kasus itu,\&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kasus dugaan suap ini bermula dari tertangkapnya Sesmenpora, Wafid Muharam Wafid bersama dua tersangka lainnya Mindo Rosalina Manullang dan seorang pengusaha bernama Mohamad El Idris dari PT Duta Graha Indah saat diduga melakukan transaksi suap dengan bukti cek senilai Rp 3,2 miliar. Nama Nazaruddin sendiri muncul setelah mantan kuasa hukum Rosa, Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan bahwa politisi Demokrat itu adalah atasan Rosa di PT Anak Negeri yang memerintahkan menemani Idris menemui Wafid. Namun, belakangan Rosa membantah pernyataan Kamaruddin dan mencabut keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP) terkait dugaan keterlibatan Nazaruddin. Demikian catatan online <a href="\">Gonteng</a> tentang Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gonteng.blogdetik.com/2011/05/13/juru-bicara-partai-demokrat-ruhut-sitompul/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ledakan</title>
		<link>http://gonteng.blogdetik.com/2011/01/24/ledakan/</link>
		<comments>http://gonteng.blogdetik.com/2011/01/24/ledakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 16:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gonteng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gonteng.blogdetik.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Ledakan yang terjadi di salah satu rumah mewah di Villa Dago, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan meledak, Minggu (23/1/2011) sekitar pukul 23.00, diduga akibat adanya kesalahan dalam meracik bahan kimia. Hal itu dikatakan Kepala Polres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Edy, saat dihubungi&#160;Kompas.com, Senin (24/1/2011). Rumah itu diduga dijadikan sebagai pabrik sabu.

&#8220;Kemungkinan salah racik,&#8221; kata Gatot.
Gatot mengatakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Ledakan" href="http://gonteng.blogdetik.com/2011/01/24/ledakan/" target="_self">Ledakan</a> yang terjadi di salah satu rumah mewah di Villa Dago, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan meledak, Minggu (23/1/2011) sekitar pukul 23.00, diduga akibat adanya kesalahan dalam meracik bahan kimia. Hal itu dikatakan Kepala Polres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Edy, saat dihubungi&nbsp;<a href="http://Kompas.com" title="http://Kompas. " target="_blank">Kompas.com</a>, Senin (24/1/2011). Rumah itu diduga dijadikan sebagai pabrik sabu.<br />
<span id="more-21"></span><br />
&#8220;Kemungkinan salah racik,&#8221; kata Gatot.</p>
<p>Gatot mengatakan, ledakan itu mengakibatkan pelaku, Zulkifli (33),  mengalami luka bakar 90 persen. Ia kini menjalani perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Ketika ditanya berapa orang yang terlibat dalam sindikat pembuatan narkoba itu, Gatot mengatakan, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.</p>
<p>Dikatakan Gatot, di lokasi ditemukan dua gram sabu siap pakai, setengah ember bahan racikan dalam tahap pengolahan, dan barang baku lainnya.</p>
<p>&#8220;Barang bukti masih di lokasi. Kita mendatangkan petugas labfor ke sana,&#8221; katanya. Demikian catatan online <a title="gonteng" href="http://gonteng.blogdetik.com/" target="_self">gonteng</a> tentang Ledakan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gonteng.blogdetik.com/2011/01/24/ledakan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.462 seconds -->

